tradisional

Socio-Cultural

Tarian Tradisional Kalimantan Selatan Yang Mempesona

Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan Ibu kota di Banjarmasin yang berdiri pada 14 Agustus 1950. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki luas 37.530,52 km² dengan populasi hampir 3,7 juta jiwa. Provinsi ini mempunyai 11 kabupaten dan 2 kota. Secara historis wilayah Kalimantan Selatan pada awalnya merupakan wilayah Karesidenan Kalimantan Selatan di dalam Propinsi […]

Read More
Socio-Cultural

Soto Medan kuah santan, penggoda lidah dikala lapar

Mengunjungi kota Medan, belum sah kalau tidak mengunjungi kulinernya yang nikmat. Para pemburu kuliner khususnya pecinta soto, pasti tidak asing dengan makanan yang satu ini. Citarasanya yang gurih membuat makanan ini kerap dicari untuk memanjakan lidah. Soto Medan adalah bagian dari kekayaan makanan/ kuliner tradisional Indonesia yang memiliki banyak sekali penggemar. Tidak melulu soal rasa, Soto […]

Read More
Socio-Cultural

Serangko alat musik tradisional Jambi

Serangko adalah salah satu dari alat musik tiup yang merupakan warisan dari kerajaan melayu tua di Kerinci. Alat musik ini diciptakan oleh masyarakat melayu kuno dikarenakan sulit sekali untuk mengumpulkan massa pada saat perang maupun upacara sakral atau belasungkawa. Cara menggunakan alat musik ini adalah dengan ditiup, alat musik tradisional serangko biasanya digunakan untuk pemberitahuan […]

Read More
Socio-Cultural

Aramba, Alat musik tradisional Pulau Nias

Nias merupakan daerah kepulauan yang terdapat di sebelah barat pulau Sumatera. Nias masuk dalam daerah administrasi Propinsi Sumatera Utara. Pulau ini merupakan pulau paling besar dan paling maju diantara deretan pulau-pulau di pantai barat Sumatera. Pulai Nias ditempati oleh sebagian besar suku Nias (Ono Niha) yang masih tetap memilih dan menjaga budaya megalitik. Salah satu […]

Read More
Socio-Cultural

Dawet Ayu, segar dan manisnya tiada duanya

Dawet Ayu Banjarnegara Kota Banjarnegara atau oleh masyarakat yang berlogat Banyumasan lebih dikenal dengan Kota Mbanjar adalah sebuah kabupaten yang cukup kaya akan kuliner. Salah satu kuliner minuman tradisional/ khas yang sangat terkenal dari kota ini adalah Dawet Ayu. Dawet ayu mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Minuman ini sangat segar dan cocok diminum pada cuaca […]

Read More
Socio-Cultural

Mie Aceh, citarasa pedas masakan tradisional Indonesia

Mie Aceh Mie Aceh adalah makanan tradisional khas Aceh. Mie yang satu ini merupakan jenis masakan mie yang terkenal dengan rasa pedas dan bumbunya yang beragam. Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing, bahkan udang dan cumi disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan […]

Read More
Socio-Cultural

Serune Kalee Klarinetnya Aceh

Indonesia adalah negara yang terkenal akan keaneka-ragaman budayanya, salah satunya adalah alat musik tradisional. Alat musik tradisional di Indonesia memiliki nama dan kegunaan yang unik di masing-masing daerah. salah satunya adalah Serune Kalee alat musik tradisional khas Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam). Alat musik ini berbentuk seruling, dengan jenis aerofon, atau instrumen yang dimainkan dengan cara […]

Read More
Socio-Cultural

Talempong Musiknya Minang

Talempong merupakan alat musik pukul tradisional khas Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan di Pulau Jawa. Alat musik ini umumnya terbuat dari kuningan, namun dahulu sebelum logam alat musik ini terbuat dari kayu dan bahkan batu. Saat ini jenis kuningan lebih banyak digunakan. Alat musik tradisional ini senantiasa hadir dalam setiap upacara adat Minangkabau. Dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan […]

Read More
Socio-Cultural

Gudeg Manggar Kuliner Kecantikan dan Penggoda Lidah

Gudeg Manggar adalah makanan tradisional Jogja khususnya daerah Bantul yang berbahan dasar bunga kelapa yang masih muda. Berbeda dengan gudeg pada umumnya yang memiliki rasa manis, gudeg ini memiliki rasa yang gurih. Selain memiliki bahan dasar yang unik, gudeg ini juga memiliki cita rasa yang khas. Puteri Pembayun yang merupakan Puteri Panembahan Senapati Raja Mataram yang mendapat […]

Read More
sejarah ludruk
Socio-Cultural

Sejarah Kesenian Ludruk

Sejarah Ludruk Pada tahun 1994 , group kesenian ludruk keliling tinggal 14 group saja. Mereka main di desa desa yang belum mempunyai listrik dengan tarif Rp 350. Group ini didukung oleh 50 – 60 orang pemain. Penghasilan mereka sangat minim yaitu: Rp 1500 s/d 2500 per malam. Bila pertunjukan sepi, terpaksa mengambil uang kas untuk […]

Read More