budaya

Socio-Cultural

Serangko alat musik tradisional Jambi

Serangko adalah salah satu dari alat musik tiup yang merupakan warisan dari kerajaan melayu tua di Kerinci. Alat musik ini diciptakan oleh masyarakat melayu kuno dikarenakan sulit sekali untuk mengumpulkan massa pada saat perang maupun upacara sakral atau belasungkawa. Cara menggunakan alat musik ini adalah dengan ditiup, alat musik tradisional serangko biasanya digunakan untuk pemberitahuan […]

Read More
Socio-Cultural

Aramba, Alat musik tradisional Pulau Nias

Nias merupakan daerah kepulauan yang terdapat di sebelah barat pulau Sumatera. Nias masuk dalam daerah administrasi Propinsi Sumatera Utara. Pulau ini merupakan pulau paling besar dan paling maju diantara deretan pulau-pulau di pantai barat Sumatera. Pulai Nias ditempati oleh sebagian besar suku Nias (Ono Niha) yang masih tetap memilih dan menjaga budaya megalitik. Salah satu […]

Read More
Socio-Cultural

Kolak Pisang makanan bersejarah dalam penyebaran Islam

Kolak pisang merupakan menu yang sangat identik dengan bulan puasa. Kolak pisang biasanya dihidangkan sebagai menu buka puasa yang sangat menggiurkan. Makanan ini juga termasuk hidangan yang mengenyangkan karena di dalamnya terdapat unsur-unsur karbohidrat. Banyak dari kita yang bertanya-tanya sebenarnya kolak berasal dari mana? dan artinya apa? kareana tidak pernah ada satu daerah pasti yang mengakui […]

Read More
Socio-Cultural

Dawet Ayu, segar dan manisnya tiada duanya

Dawet Ayu Banjarnegara Kota Banjarnegara atau oleh masyarakat yang berlogat Banyumasan lebih dikenal dengan Kota Mbanjar adalah sebuah kabupaten yang cukup kaya akan kuliner. Salah satu kuliner minuman tradisional/ khas yang sangat terkenal dari kota ini adalah Dawet Ayu. Dawet ayu mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Minuman ini sangat segar dan cocok diminum pada cuaca […]

Read More
Socio-Cultural

Mie Aceh, citarasa pedas masakan tradisional Indonesia

Mie Aceh Mie Aceh adalah makanan tradisional khas Aceh. Mie yang satu ini merupakan jenis masakan mie yang terkenal dengan rasa pedas dan bumbunya yang beragam. Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing, bahkan udang dan cumi disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan […]

Read More
sejarah ludruk
Socio-Cultural

Sejarah Kesenian Ludruk

Sejarah Ludruk Pada tahun 1994 , group kesenian ludruk keliling tinggal 14 group saja. Mereka main di desa desa yang belum mempunyai listrik dengan tarif Rp 350. Group ini didukung oleh 50 – 60 orang pemain. Penghasilan mereka sangat minim yaitu: Rp 1500 s/d 2500 per malam. Bila pertunjukan sepi, terpaksa mengambil uang kas untuk […]

Read More
Socio-Cultural

BOROBUDUR Bukan Sekedar Tumpukan Batu

Sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Candi Borobudur dibangun dengan menggunakan +/- 55.000 m3 batu. Tinggi bangunan ini sampai kepuncak adalah 42m, dengan lebar dasar 123 m. Tegak dan kokoh menjulang keangkasa dan merupakan bagian dari sejarah yang telah berumur 12 abad. Kapan pastinya candi ini didirikan tidak diketahui dengan pasti. Tidak adanya bukti-bukti […]

Read More
Socio-Cultural

Jaipong Dari Masa Ke Masa

Tari jaipongan muncul di tahun 1980 an. Llahir dari kekreatifitasan para seniman Bandung yang dikenal dengan Gugum Gumbira , pada awalnya tarian tersebut pengembangan dari ketuk tilu apabila dilihat dari perkembangannya dan dasar koreografernya. Kata jaipong berasal dari masyarakat Karawang yang bersal dari bunyi kendang sebagai iringan tari rakyat yang menurut mereka berbunyi jaipong yang […]

Read More
Socio-Cultural

Sejarah Batik Indonesia

Sejarah Batik Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak […]

Read More
Socio-Cultural

Tari Pendet “Bukan Punya Malaysia”

Masih ingat beberapa tahun lalu Malaysia mengklaim tari pendet asal Bali yang dicantumkan dalam sebuah iklan “Visit Malaysia”?? Departemen Luar Negeri (Deplu) kemudian mengimbau untuk tidak mudah terprovokasi jika belum terbukti kebenarannya. “Kita harus lihat dulu seperti apa. Jangan mudah terprovokasi,” ujar Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah di kantornya Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (21/8/2009). Seperti […]

Read More