3 Tari Tradisional Maluku Yang Paling Populer

3 Tari Tradisional Maluku Yang Paling Populer

1. Tari Tnabar ila’a

pemecahan rekor tarian Tnabar Ila’a, tari tradisional maluku

Tnabar Ila’a merupakan tari tradisional Maluku yang berikutnya. Tari ini merupakan kebudayaan orang Tanimbar yang berada di Pulau Tanimbar. Tarian ini adalah kebudayaan orang Tanimbar yang merupakan karya orang Tanimbar yang tetap dijaga kelestariannya dari generasi ke generasi. Hakekatnya tarian tersebut merupakan ungkapan janji atau pesan tertentu yang memiliki unsur kebaikan bagi masyarakat. Tari ini dibuat berdasarkan konsekuensi masyarakat sewaktu mengikat persekutuan sebagai wujud kehidupan yang ideal berdasarkan perjanjian persekutuan tersebut. Bahasa dalam syair Tnabar Ila’a adalah bahasa fordata (vai dida) yang dapat menunjukan identitas mereka sebagai orang Tanimbar. Vai dida atau bahasa fordata dapat juga disebut sebagai ‘bahasa ibu’ bagi masyarakat Tanimbar.

Para penari Tnabar Ila’a biasanya adalah wanita dan atau pria yang berumur sekitar 30 sampai 50 tahun dan atau yang telah mengetahui bahasa daerah (vai dida), karena bahasa tersebut digunakan dalam syair Tnabar Ila’a. Dengan demikian maka tidak ada batasan usia bagi penari. Perlu dijelaskan juga bahwa penari Tnabar Ila’a biasanya kaum wanita namun tidak dibatasi untuk pria. Apabila wanita yang menari maka terlihat indah karena lekukan tulang belakang hingga bagian pinggul wanita itu indah sehingga akan nampak sangat lugas dan luwes.

Alat musik yang di pergunakan dalam mengiringi tarian Tnabar Ila’a adalah empat buah tifa kecil yang digunakan oleh penari yang bertugas sebagai tiwal yang berjumlah empat orang dan 1 tifa babal yang digunakan oleh penari yang bertugas sebagai tabu. Selain alat musik, ada syair yang disampaikan oleh para penari. Berdasarkan keterangan dari salah satu informan bahwa syair yang disampaikan sengat bervariatif dan sesuai dengan substansi acara yang dilakukan dengan tarian Tnabar Ila’a.

Baca juga:
6 Sedotan Pengganti Sedotan Plastik
Teknologi Ramah Lingkungan Karya Anak Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *