3 Tari Tradisional Maluku Yang Paling Populer

3 Tari Tradisional Maluku Yang Paling Populer

2. Tari Cakalele

Tari Cakalele, Tari tradisional Maluku

Tari tradisional Maluku yang sangat popular yang kedua adalah Tari Cakalele. Jika Tari Lenso sangat identik dengan tarian perempuan, maka sebaliknya Tari Cakalele adalah tarian yang identik dengan pria Maluku, meski dalam tarian juga melibatkan perempuan sebagai penari pendukung. Tari ini menggambarkan jiwa masyarakat Maluku yang pemberani dan tangguh, hal tersebut bisa dilihat dari gerakan dan ekspresi para penari saat menarikan Tari Cakalele ini. Selain itu, penari mengenakan pakaian adat warna merah yang melambangkan keberanian dan sifat laki-laki Maluku yang pantang menyerah.

Ciri khas tari cakalele, Tari tradisional Maluku

Tari Cakalele dibawakan secara berkelompok. Pria menjadi penari utama dan perempuan sebagai penari pendukung. Kemudian ada pula penari yang diibaratkan sebagai pemimpin perang serta penari yang membawa tombak. Sang pembawa tombak ini menyimbolkan lawan perang. Selain tombak, ada juga penari yang membawa parang dan salawaku (perisai). Pedang atau parang pada tangan kanan penari melambangkan martabat penduduk Maluku yang harus dijaga sampai mati, sedangkan perisai dan teriakan keras para penari melambangkan gerakan protes melawan sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak pada rakyat. Sumber lain menyatakan bahwa tarian ini merupakan penghormatan atas nenek moyang bangsa Maluku yang merupakan pelaut.Sebelum mengarungi lautan, nenek moyang mereka mengadakan pesta dengan makan, minum, dan berdansa.

Saat tari Cakalele ditampilkan, terkadang arwah nenek moyang dapat memasuki penari dan kehadiran arwah tersebut dapat dirasakan oleh penduduk asli. Oleh sebab itu, tarian ini disebut cakalele. Cakalele dalam bahasa Ternate terdiri dua kata, caka artinya roh, dan lele artinya mengamuk. Sehingga cakalele berarti roh yang mengamuk. Konon, dalam perang sesungguhnya, para penari yang sudah kerasukan roh akan berteriak-teriak mengeluarkan kata-kata Aulee… Aulee… yang berarti banjir darah. Wowww.. mengerikan juga ya tarian ini pada waktu itu. Luar biasa!!!

Baca juga:
Tarian Tradisional Kalimantan Selatan
Tari Pendet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *