3 Tari Tradisional Maluku Yang Paling Populer

3 Tari Tradisional Maluku Yang Paling Populer

1. Tari Lenso

menari tari lenso, tari tradisional maluku
Tari Lenso
Doc by: GoodNews

Tarian tradisional Maluku yang pertama adalah Tari Lenso. Lenso berarti Saputangan. Istilah Lenso, hanya dipakai oleh masyarakat di daerah Sulawesi Utara dan daerah lain di Indonesia Timur. Lenso merupakan tarian muda-mudi dari daerah Maluku dan Minahasa Sulawesi Utara. Tarian ini biasanya di bawakan pada saat  Pesta Pernikahan, Panen Cengkih, Tahun Baru dan kegiatan lainnya. Tarian ini dibawakan oleh banyak orang atau beramai-ramai.

Tari ini biasanya lebih difungsikan sebagai tarian penyambutan. Tarian ini dapat dimaknai sebagai ungkapan selamat datang dan rasa gembira masyarakat dalam menyambut tamu tersebut. Hal ini bisa dilihat dari ekspresi dan gerakan tarinya yang lemah lembut, menggambarkan kesantunan, rasa hormat, dan penerimaan dengan tulus kasih. Akan tetapi ada keunikan dari tari ini, tarian ini juga menjadi ajang pencarian jodoh bagi mereka yang masih bujang, di mana ketika lenso atau selendang diterima merupakan tanda cinta diterima. Dalam tarian ini, yang menjadi perantara adalah lenso atau selendang. Selendang inilah yang menjadi isyarat: selendang dibuang berarti lamaran ditolak, sedangkan apabila selendang diterima berarti cintanya diterima.

pakaian yang digunakan dalam tari lenso,  tari tradisional maluku
Busana adat khas Maluku, digunakan oleh penari Lenso

Pertunjukan Tari Lenso biasanya diiringi oleh alunan musik tradisional seperti totobuang dan tifa. Irama yang dimainkan biasanya merupakan irama bertempo sedang dan menggambarkan keceriaan. Penari biasanya menggunakan busana adat khas Maluku. Pada bagian atas biasanya menggunakan baju sejenis kebaya berwarna putih. Sedangkan di bagian bawah menggunakan kain panjang khas Maluku. Pada bagian rambut digelung atau disanggul kemudian diberi hiasan bunga sebagai pemanis. Kemudian penari juga membawa sapu tangan di tangan mereka.

Baca juga:
Tari Caci Lambang Keperkasaan Pria Manggarai
Jaipong Dari Masa Ke Masa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *