3 Tari Tradisional Maluku Yang Paling Populer

3 Tari Tradisional Maluku Yang Paling Populer

Maluku merupakan salah satu provinsi yang menjadi bagian dari Kepulauan Maluku. Maluku merupakan daerah dengan sejarah yang paling tua di Indonesia. Lintasan sejarah Maluku telah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan besar di Timur Tengah seperti kerajaan Mesir yang dipimpin Firaun. Bukti bahwa sejarah Maluku adalah yang tertua di Indonesia adalah catatan tablet tanah liat yang ditemukan di Persia, Mesopotamia, dan Mesir menyebutkan adanya negeri dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah surga, dengan hasil alam berupa cengkih, emas dan mutiara, daerah itu tak lain dan tak bukan adalah tanah Maluku yang memang merupakan sentra penghasil Pala, Fuli, Cengkih dan Mutiara.

PETA Kepulauan Maluku, Indonesia

Maluku memiliki 2 agama utama yaitu agama Islam dan agama Kristen (baik Protestan maupun Katolik). Maluku tercatat dalam ingatan sejarah dunia karena konflik atau tragedi krisis kemanusiaan dan konflik horizontal antara basudara Salam-Sarane atau antara Islam dan Kristen yang lebih dikenal sebagai Tragedi Ambon. Selepas tahun 2002, Maluku berubah wajah menjadi provinsi yang ramah dan damai di Indonesia, untuk itu dunia memberikan suatu tanda penghargaan berupa Gong Perdamaian Dunia yang diletakkan di ACC (Ambon City Centre).

SIWALIMA” merupakan motto lambang Provinsi Maluku yang artinya milik bersama atas dasar Siwalima, memupuk persatuan dan kesatuan untuk mencapai kesejateraan bersama. Logo siwalima yang berlatar belakang perisai/salawaku didalamnya terdapat lukisan daun sagu dan daun kelapa, mutiara, cengkeh, dan pala, tombak, gunung, laut dan perahu.

logo provinsi maluku
  • Daun Sagu, menggambarkan bahwa makanan pokok di daerah Maluku adalah sagu yang melambangkan kehidupan.
  • Daun Kelapa, menggambarkan hasil bumi berupa kelapa, yang banyak terdapat di Maluku.
  • Mutiara, merupakan hasil laut yang khas dari daerah Maluku.
  • Tombak, menggambarkan sikap ksatria dan gagah berani.
  • Gunung, melambangkan kekayaan hasil hutan yang melimpah.
  • Laut dan perahu, melambangkan persatuan dan kesatuan yang abadi.
  • Jumlah pucuk daun kelapa sebanyak 17, melambangkan tanggal 17, sedangkan jumlah butir mutiara sebanyak 8, melambangkan bulan 8 (agustus), dan pucuk daun sagu sebanyak 45, melambangkan tahun 45 (1945). Kesemuanya itu melambangkan hari yang sangat bersejarah, yaitu Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.

Sebagai daerah dengan rangkaian sejarah yang luar biasa, jejak-jejak kekhasan Maluku juga tergores luar biasa dalam budaya tradisionalnya. Salah satu budaya tradisional yang dapat ditemukan di Maluku yaitu tari tradisional Maluku. Kali ini kita akan bahas 3 tarian khas Maluku yang paling terkenanal ya!!! Simak ulasannya berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *