Ular Weling, Ular cantik yang mematikan

Ular Weling, Ular cantik yang mematikan

Ular Weling merupakan salah satu ular yang dikenal umum di Indonesia. Hampir setiap orang mengenal atau minimal pernah mendengar keberadaan ular ini. Ular Weling sangat terkenal karena reputasinya yang sangat luar biasa, khususnya di Jawa. Ular yang dikenal dengan nama ilmiah Bungarus candidus ini memiliki karakteristik warna yang khas, yaitu secara umum belang hitam putih dan dilengkapi dengan bisa yang mematikan. Kemampuannya beradaptasi hidup dilingkungan yang dekat dengan manusia, membuat ular ini mempunya banyak kasus perjumpaan dengan manusia. Dan dengan bisa mematikan yang dimilikinya, terkadang kasus perjumpaan berakhir dengan tragis bagi manusia, meskipun begitu perburuan ular oleh manusia jauh lebih banyak dari pada kasus terbunuhnya manusia oleh ular ini.

karakteristik ular weling, bungarus candidus
Ular Weling (Bungarus candidus)
Doc by: Kristian bell

Ular Weling memiliki karakteristik panjang badan sedang, bertubuh ramping, dan silindris. Ekor ular ini pendek dengan ujung yang tajam. Ular ini dapat tumbuh hingga maksimal sekitar 1,60 meter. Ekornya sekitar 15% panjang total. Bentuk kepala datar dan sedikit berbeda dari leher. Matanya berukuran kecil dan hitam dengan pupil bulat, hampir tidak terlihat. Lubang hidung besar. Sisik punggung halus dan mengkilap dengan garis vertebral membesar dan heksagonal. Ular Weling memiliki kembaran yang sering menyebabkan salah kenal yaitu Ular Welang. Kedua ular ini sebenarnya berbeda meskipun sangat mirip. Pada Ular Welang, belang hitamnya utuh berupa cincin dari punggung hingga ke perut, sedangkan pada Ular Weling belang hitamnya hanya sekadar selang-seling warna di bagian punggung, sementara perutnya seluruhnya berwarna putih.

habitat ular weling, bungarus candidus
Ular Weling (Bungarus candidus)
Doc by: Reptile Fact

Ular jenis ini banyak ditemui di hutan dataran rendah, perbukitan, dan di perkebunan. Ular ini hidup terrestrial hingga ketinggian 1.200 mdpl. Dalam perilakunya, Ular Weling sangat tertutup dan beraktifitas dimalam hari (nocturnal) dengan diet yang luar biasa, ular ini memakan kadal, amfibi, mamalia kecil, dan bahkan ular. Saat terganggu, ular ini akan melilit longgar dan menyembunyikan kepala di bawah tubuhnya. Ular ini memiliki tipikal enggan menggigit kecuali pada provokasi yang terus-menerus. Reproduksi ular ini bersifat ovipar, bertelur sekitar 10 butir setiap kalinya.

Bisa ular weling bersifat mematikan dan menimbulkan gejala sebagaimana bisa ular Elapidae pada umumnya, kecuali kobra. Sifat utamanya adalah racun saraf (neurotoxic), yang dapat berakibat rusaknya jaringan saraf dan membawa kelumpuhan. Gigitan ular ini berbeda dengan gigitak ular kobra, gigitan weling cenderung tidak menimbulkan rasa sakit berlebihan atau bengkak di lokasi luka seperti gigitan kobra. Namun, gigitan ular ini dapat berakibat fatal seperti halnya gigitan ular kobra.

bisa ular weling, bungarus candidus sangat mematikan
Ular weling (Bungarus candidus)
Doc by: David J. Williams

Jika racun/ bisa masuk dalam jumlah cukup besar ke dalam tubuh, beberapa waktu kemudian akan timbul gejala-gejala keracunan yang khas. Gejala ini misalnya kelopak mata yang memberat, kesulitan menelan, dan semakin lama akan kesulitan untuk bernafas dan pada akhirnya kegagalan kerja jantung. Rata-rata selang waktu antara masuknya racun/ bisa melalui luka hingga tibanya kematian, untuk kasus gigitan Elapidae, berkisar antara 5 hingga 20 jam. Gigitan ular ini dapat menyebabkan kelumpuhan sedang hingga berat, dan gagal napas. Antivenom untuk ular ini umumnya sudah tersedia, dapat mencegah kelumpuhan yang memburuk, tetapi mungkin tidak dapat kembali normal seperti sedia kala. Jadi jika bertemu dengan ular ini, kita harus sangat waspada atau lebih baik dihindari.

Baca juga:
10 satwa langka Indonesia jadi perhatian dunia
Truno bamban “Ular Hijau Yang Mematikan”
Trenggiling, si manis yang bernasib tragis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *