Makanan Tradisional Khas Sumatera Yang Mendunia

Makanan Tradisional Khas Sumatera Yang Mendunia

4. Mie Aceh

mie aceh makanan tradisional khas aceh

Mie Aceh adalah makanan tradisional khas Sumatera dibagian ujung barat yaitu Aceh. Mie yang satu ini merupakan jenis masakan mie yang terkenal dengan rasa pedas dan bumbunya yang beragam. Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing, bahkan udang dan cumi disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering) dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis. Mie Aceh menggunakan mie yang khas dengan bentuk yang tebal dan pipih. Tidak seperti mie yang lainnya, warnanya cenderung berwarna kuning cerah, sehingga menambah keindahan pada hidangan tersebut. Bumbu yang di gunakan adalah bumbu semacam kari yang merupakan bumbu khas yang memberikan cita rasa khas pula dalam sajian kuliner satu ini.

Keunikan masakan ini adalah bahan tambahan yang digunakan yaitu daging sapi, daging kambing atau masakan laut. Pada umumnya masakan mie yang ada Indonesia banyak menggunakan daging ayam sebagai bahan tambahan dalam penyajian mie nya. Selain itu kuah yang di gunakan adalah kuah sejenis kari yang kental dan gurih. Pada umumnya masakan mie di Indonesia cenderung menggunakan kuah yang bening dan lembut. Keunikan tersebut memberikan cita rasa yang khas yang ada didalamnya. Untuk membuat masakan ini juga tidak begitu sulit, bisa dilihat pada artikel ini (klik disini).

5. Rendang

Rendang makanan nomor 1 didunia

Makanan tradisional khas Sumatera yang terakhir dan paling terkenal adalah Rendang. Tidak hanya di Indonesia, masakan ini sangat terkenal di dunia. Rendang merupakan hidangan asal Indonesia yang menduduki peringkat satu dunia. Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International. Pada tahun 2017, hidangan ini mendapatkan gelar nomor satu dunia kembali. Rendang merupakan masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Keunikan rendang adalah penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat. Tidak mengherankan jika rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.

Kenapa disebut dengan rendang? Karena berasal dari kata ‘marandang’ yang berarti proses memasak untuk menihilkan air atau menghabiskan air. Di Sumatera Barat, rending juga memiliki banyak jenis. Tidak hanya dibuat dengan daging sapi saja, tetapi juga ayam, paru, kentang, udang, telur, bebek dan juga ikan. Bahkan ada juga yang ditambah dengan singkong atau kacang merah. Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatra Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu:

  • Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari “Niniak Mamak” (para pemimpin Suku adat)
  • Karambia (kelapa), merupakan lambang “Cadiak Pandai” (kaum Intelektual)
  • Lado (cabai), merupakan lambang “Alim Ulama” yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama
  • Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Dalam tradisi Minangkabau, rendang adalah hidangan yang wajib disajikan dalam setiap seremoni adat, seperti berbagai upacara adat Minangkabau, kenduri, atau menyambut tamu kehormatan. Dalam tradisi Melayu, baik di Riau, Jambi, Bengkulu, Palembang, Lampung, Medan atau Semenanjung Malaya, rendang adalah hidangan istimewa yang dihidangkan dalam kenduri khitanan, ulang tahun, pernikahan, barzanji, atau perhelatan keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Qurban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *