Makanan Tradisional Khas Sumatera Yang Mendunia

Makanan Tradisional Khas Sumatera Yang Mendunia

2. Otak-otak

Otak-otak makanan tradisional khas kepulauan riau

Otak-otak merupakan salah satu makan khas yang juga sudah sangat terkenal dan dapat dijumpai diseluruh wilayah Indonesia. Makanan tradisional khas Kepulauan Riau ini terbuat dari daging tenggiri cincang yang dibungkus dengan daun pisang, kemudian dipanggang, dan disajikan dengan kuah asam pedas. Kuliner yang satu ini juga populer di kawasan sekitar Selat Malaka dan Selat Karimata, seperti Singapura, dan Malaysia, namun tersebar luas pula di berbagai kota di Sumatra dan Jawa.

Makanan unik ini dinamakan otak-otak karena teksturnya yang konon warna putihnya serta teksturnya yang lembut membuat makanan ini menyerupai otak. Sehingga, orang-orang menyebutnya dengan otak-otak. Padahal makanan ini tidak dibuat dari otak sungguhan. Otak-otak dibuat menggunakan daging ikan tenggiri, karena ikan ini tidak memiliki tulang yang banyak dan rasanya lebih gurih. Namun, sekarang sudah cukup banyak ditemui otak-otak dari daging ikan selain ikan tenggiri.

3. Pempek

pempek empek-empek makanan tradisional khas sumatera selatan

Diurutan ketiga, makanan dari Sumatera yang sangat terkenal seantero Indonesia raya adalah Pempek atau Empek-empek. Makanan tradisional khas Sumatera Selatan ini terbuat dari bahan utama ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek adalah pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya. Namun sangat banyaknya tempat atau warung pempek yang dapat dijumpai disetiap sudut Palembang, masyarakat umum akhirnya dengan gamblang menyebut pempek sebagai Pempek Palembang. Pada awalnya pempek palembang dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-1. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan apek atau pek-pek, yaitu sebutan untuk paman atau lelaki tua Tionghoa yang pada saat itu mencoba alternatif pengolahan ikan yang baru. Dia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *