Teknologi Ramah Lingkungan Karya Anak Bangsa

Teknologi Ramah Lingkungan Karya Anak Bangsa

Teknologi Ramah Lingkungan adalah teknologi yang dalam pembuatan dan penerapannya menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan, proses yang efektif dan efisien dan mengeluarkan limbah yang minimal sehingga dapat mengurangi dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup. Beberapa tahun belakangan ini, tidak hanya negara-negara maju yang mampu membuat teknologi ini, anak-anak Indonesiapun mampu melakukannya, beberapa teknologi ramah lingkungan terbaru karya anak bangsa ini adalah:

Lemari Es Tanpa Listrik

ilustrasi kulkas

Terkadang umur tidak bisa membatasi seseorang dalam melakukan sebuah perubahan. Hal sekecil apapun bisa menjadi sebuah peluang yang baik dalam menciptakan teknologi ramah lingkungan. Hanya perlu percaya diri serta kesabaran dalam mewujudkannya. Seperti dua siswa SD Al Azhar 14 Semarang yang bisa menjadi inspirasi Anda untuk terus berkarya mengharumkan nama bangsa Indonesia. Lemari es tanpa listrik yang dibuat oleh Arya dan Sanika berhasil membawa medali perunggu setelah mengikuti World Creativity Festival Advanced Institue and Technology (KAIST) Daejon, Korea Selatan tahun 2015.

Baca juga: Aplikasi yang wajib diunduh pengguna android di 2018

Ide kedua anak tersebut dibuat menggunakan alat dan bahan yang cukup sederhana seperti box sterofoam, kaleng biskuit untuk menaruh sayur atau buah, pasir dan air dingin untuk menjaga kestabilan suhu dalam sterofoam. Selain dapat mencari sumber informasi dan inspirasi melalui internet, Anda juga bisa menggunakan DBS SE Handbook. DBS SE Handbook dapat mempermudah Anda dalam mempelajari lebih lanjut skema bisnis, deretan inspirasi kisah sukses, dan beragam tips tentang wirausaha sosial. Klik di sini untuk informasi selengkapnya.

Lampu Seumur Hidup

lampu ramah lingkungan

Siapa yang menyangka sebuah bakteri dapat bermanfaat sebagai salah satu teknologi ramah lingkungan. Salah satu contoh nyata yang dapat Anda lihat yaitu terciptanya karya terbaik dari tiga orang mahasiswa dan mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang. Elok Fitriani Tauziat, Nurhasna Fauziyyah, dan M. Alfian Arifin memanfaatkan ilmu mereka di bangku kuliah jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan menciptakan teknologi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis energi listrik.

Baca juga: F-35 Lightning II Si Pemangsa Udara

Bakteri ilustrasi

Dengan menggunakan Bakteri Bioluminescence dan alat Biolie, cahaya yang dihasilkan mencapai 10.68 watt untuk menerangi sebuah ruangan hingga 68 meter. Untuk dapat menggunakannya di rumah, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu melalui internet secara teliti karena bakteri yang harus Anda gunakan adalah bakteri pada tubuh cumi-cumi. Lampu seumur hidup akan bertahan lama jika Anda bisa merawatnya dengan memberikan bakteri tersebut nutrisi berupa sayuran yang sudah difermentasi. Tertarik untuk memilikinya? Atau Anda siap menciptakan sebuah teknologi ramah lingkungan sendiri?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *