082137355566
info@mepow.net

Aramba, Alat musik tradisional Pulau Nias

Nias merupakan daerah kepulauan yang terdapat di sebelah barat pulau Sumatera. Nias masuk dalam daerah administrasi Propinsi Sumatera Utara. Pulau ini merupakan pulau paling besar dan paling maju diantara deretan pulau-pulau di pantai barat Sumatera. Pulai Nias ditempati oleh sebagian besar suku Nias (Ono Niha) yang masih tetap memilih dan menjaga budaya megalitik. Salah satu budaya yang masih terjaga yaitu alat musik tradisional yang bernama Aramba.

Aramba

Foto oleh museum-nias.org

Aramba merupakan salah satu alat musik yang terbuat dari tembaga, kuningan, suasa dan nikel. Alat musik ini identik dengan “gong” di Jawa. Alat ini dimainkan oleh satu orang. Fungsi alat musik ini berperan sebagai pembawa pola irama. Selain aramba ada juga beberapa alat musik tradisional dari Suku Nias antara lain Gondra, doli-doli, fondrahi, lagia dan rici-rici. Meskipun Aramba merupakan alat musik tradisional dari Nias, tetapi sebenarnya alat musik ini tidak benar-benar dibuat oleh masyarakat Nias. Berdasarkan sejarah, alat musik ini adalah hasil kerajinan dari Jawa yang dibawa ke Nias dengan sistem barter. Alat musik ini memiliki  fungsi khusus bagi  masyarakat masa prasejarah hingga kini. Yaitu, merupakan benda keramat, sehingga diperlakukan istimewa.

 Baca juga : Talempong Musiknya Minang

Fungsi alat musik ini selain sebagai alat komunikasi dalam masyarakat juga dipakai sebagai alat musik tradisional untuk berbagai kegiatan seperti: Dalam urusan ekonomi hadir saat upacara menanam dan memanen padi, juga untuk kegiatan religi, seperti acara perkawinan, kematian, dan sebagainya. Aramba yang digunakan oleh masyarakat Nias dalam pelaksanaan upacara perkawinan sebanyak satu buah yang disebut aramba fatao yang ukuran garis tengahnya 40 sampai 50 cm, sedangkan yang dipakai oleh ngaoto mbalugu (keturunan bangsawan) adalah aramba fatao dan aramba hongo yang ukuran garis tengahnya 60 sampai 90 cm.

Bentuk dan Bunyi

Bentuk aramba bulat dengan tonjolan bulat kecil pada bagian tengahnya, biasanya digantungkan dengan seutas tali pada sebuah palang horizontal. Alat musik ini mempunyai jenis bunyi Ideofon, yaitu bunyi yang berasal dari bahan dasarnya. Cara menggunakan alat musik ini adalah dengan dipukul menggunakan pemukul seperti stik.

 Baca juga : Serune Kalee Klarinetnya Aceh

 

Ke Pulau Nias

Jika anda ingin melihat langsung Aramba di Pulau Nias sambil menikmati wisata-wisata yang ada di Pulau Nias, anda dapat melakukan perjalanan menuju Pulau Nias dari Kota Medan. Perjalanan dapat ditempuh melalui dua jalur yakni darat-laut dan udara. Apabila memilih perjalanan darat-laut maka perjalanan dari Kota Medan menuju Pelabuhan Sibolga dapat ditempuh selama kurang lebih 10-12 jam menggunakan angkutan darat seperti mobil pribadi, bus umum, atau travel. Dari pelabuhan ini, perjalanan menuju Pulau Nias dapat menggunakan Kapal Ferry yang setiap hari berlayar dari dan menuju Pulau Nias. Perjalanan laut ini ditempuh selama 12 jam perjalanan.

Apabila memilih perjalanan udara, penerbangan dari Kota Medan ke Gunungsitoli dapat ditempuh dari Bandar Udara Internasional Kualanamu dalam waktu kurang lebih 55 menit menuju ke Bandar Udara Binaka. Pada pertengahan Juli 2016, penerbangan dari Kota Padang menuju Kota Gunungsitoli juga mulai dioperasikan sehingga menambah alternative jalur transportasi menuju Pulau Nias.

Respond For " Aramba, Alat musik tradisional Pulau Nias "

  • rido August 5, 2018 02:26

    ayo lestarikan
Translate »
Skip to toolbar