082137355566
info@mepow.net

Kolak Pisang makanan bersejarah dalam penyebaran Islam

Kolak pisang merupakan menu yang sangat identik dengan bulan puasa. Kolak pisang biasanya dihidangkan sebagai menu buka puasa yang sangat menggiurkan. Makanan ini juga termasuk hidangan yang mengenyangkan karena di dalamnya terdapat unsur-unsur karbohidrat. Banyak dari kita yang bertanya-tanya sebenarnya kolak berasal dari mana? dan artinya apa? kareana tidak pernah ada satu daerah pasti yang mengakui makanan ini sebagai makanan tradisionalnya. Kolak hanya dikenal sebagai makanan khas masyarakat jawa pada saat bulan Ramadhan (puasa).

Setelah mencoba menelusuri lebih dalam, ternyata kolak pisang ini merupakan salah satu media penyebaran Islam di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Masyarakat Jawa pada masa itu belum mengenal Islam dengan baik, sehingga para ulama salah satunya para Wali Songo  mencoba menetapkan satu cara sederhana agar masyarakat dapat memahami agama Islam. Dari sekian banyak cara, seperti melalui budaya, melalui musik, dan sebagainya, dari sisi makanan dalam hal ini kolak pisang dipilih menjadi salah satu media sederhana yang akan digunakan membantu mendekatkan Islam dengan masyarakat Jawa.

 Baca juga : Dawet Ayu, segar dan manisnya tiada duanya

Wali Songo

Pada zaman penyebaran Islam di Jawa, Kolak menjadi media untuk menyebarkan ajaran agama Islam oleh Wali Songo. Para walisongo menggunakan kolak untuk memperkenalkan Islam di pulau Jawa. Dari bahasanya kata kolak sendiri memiliki arti begitu dalam, kata kolak merujuk pada kata Khalik. Khalik dikenal masyarakat Indonesia dengan sebutan untuk Tuhan pencipta alam semesta, yaitu Allah SWT. Pengibaratan kolak itu menunjukan agar masyarakat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kolak sendiri merupakan makanan yang dibuat  dari pisang, ubi, dan sebagainya yang kemudian direbus dengan gula dan santan. Dari bahan-bahan kolak tersebut, juga sarat akan makna. Yang pertama pisang, pisang yang sering digunakan untuk membuat kolak adalah pisang kepok. Kata kepok ini diplesetkan menjadi kapok, kalau dalam bahasa Jawa artinya bertobat. Kemudian ubi, ubi kalau di Jawa nama lainnya ada ‘telo pendem’ atau ketela yang dipendam yang artinya adalah mengubur kesalahan yang telah diperbuat dan tidak akan mengulanginya kembali. Sederhana tetapi maknanya sangat dalam terutama pada masa penyebaran agama dahulu kala.

Kolak kebanyakan populer pada saat puasa aja, meskipun kolak juga bisa saja dibuat pada hari apapun. Pada zaman penyebaran Islam dahulu, kolak hanya disajikan pada saat bulan Ruwah, dimana bulan ini adalah bulan dimana umat Islam lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kemudian sajian nikmat ini berlanjut hingga bulan Ramadhan. Pada akhirnya kolak sampai sekarang menjadi menu takjil paling favorit bagi masyarakat Indonesia bahkan tidak hanya masyarakat Jawa.

 Baca juga : Rujak Aceh, segar dan asam yang bikin ketagihan

Memasuki bulan Ramadan atau bulan puasa, makanan khas Indonesia ini tentu menjadi makanan yang sangat populer. Kolak pisang memang biasanya dijadikan menu andalan untuk berbuka puasa. Selain dengan ubi jalar, saat ini kolak pisang biasa di padukan dengan jenis buah-buahan seperti nangka, kolang-kaling, bahkan durian sampai dengan kurma. Kolak juga bisa disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin. Tergantung selera kita.

Bagi penggemar kolak pisang, tetapi belum tau cara membuatnya dan ingin tahu resep membuat kolak pisang yang enak dan praktis, berikut resep cara membuat kolak pisang:

Cara Membuat Kolak Pisang

Bahan-bahan:

  • 500 gram pisang matang, disarankan memakai jenis  pisang kepok karena teksturnya yang kenyal, tidak mudah hancur seperti halnya pisang raja.
  • 400 gram gula merah
  • 2 sendok makan gula pasir (atau sesuai selera)
  • 2 lembar daun pandan, cuci bersih, simpulkan
  • 800 ml santan (satu butir kelapa)
  • 1 sendok teh garam
  • 200 gram ubi jalar, potong dadu (jika kolak ingin dipadukan dengan ubi)
  • 100 gram kolang kaling (jika kolak ingin dipadukan dengan ubi)

Proses Membuat Kolak Pisang

  1. Didihkan 1,5 liter air kemudian masukkan gula merah, gula pasir, dan daun pandan. (Jika ingin menambahkan ubi, ubi bisa direbus terlebih dahulu).
  2. Masukkan pisang dan kolang kaling, masak sampai pisang matang dan kolang kaling empuk.
  3. Masukkan santan dan garam, masak dengan terus  di aduk-aduk kurang lebih 15 menit.
  4. Kolak pisang siap disajikan sebagai menu berbuka puasa. Selamat mencoba resepnya dan selamat menikmati rasa khas kolak pisang saat berbuka puasa.

Respond For " Kolak Pisang makanan bersejarah dalam penyebaran Islam "

Translate »
Skip to toolbar