082137355566
info@mepow.net

Dawet Ayu, segar dan manisnya tiada duanya

Dawet Ayu Banjarnegara

Kota Banjarnegara atau oleh masyarakat yang berlogat Banyumasan lebih dikenal dengan Kota Mbanjar adalah sebuah kabupaten yang cukup kaya akan kuliner. Salah satu kuliner minuman tradisional/ khas yang sangat terkenal dari kota ini adalah Dawet Ayu. Dawet ayu mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Minuman ini sangat segar dan cocok diminum pada cuaca panas, dawet dapat diminum pada saat panas maupun dingin dengan menambahkan es batu. Rasa yang segar inilah keistimewaan serta keunikan minuman tradisional khas Banjarnegara yang satu ini.

Cita rasa khas Dawet Ayu yang alami dihasilkan dari perpaduan antara cendol yang terbuat dari tepung beras dan tepung beras ketan beraroma pandan, santan kelapa, dan gula aren. Rasanya yang segar membuat minuman tradisional ini selain sebagai pelepas dahaga, juga digunakan sebagai pendamping makanan utama. Karena itu di beberapa tempat seperti warung makan atau restoran juga menyajikan menu Dawet Ayu Banjarnegara sebagai menu minuman andalan.

Baca juga : Mie Aceh, citarasa pedas masakan tradisional Indonesia

Keunikan dari Dawet Ayu ini tidak hanya dari rasanya namun juga dari namanya, yang membuat orang banyak yang penasaran dan ingin mencoba mencicipinya. Ketua Dewan Kesenian Banjarnegara Tjundaroso mengatakan, Dawet Ayu menjadi terkenal awalnya dari lagu yang diciptakan seniman Banjarnegara bernama Bono berjudul ”Dawet Ayu Banjarnegara”. Pada tahun 1980-an, lagu dipopulerkan kembali oleh Grup Seni Calung dan Lawak Banyumas Peang Penjol yang terkenal di Karesidenan Banyumas pada era 1970-1980-an. Sejak itu kebanyakan orang di Karesiden Banyumas mengenal Dawet Banjarnegara dengan julukan Dawet Ayu. Lirik lagunya sederhana, tetapi mengena. Lagu bercerita tentang seorang adik yang bertanya kepada kakaknya mau rekreasi ke mana? Jangan lupa beli dawet Banjarnegara yang segar, dingin, dan manis. Sehingga Dawet Ayu mulai dikenal oleh masyarakat luas.

Minuman ini sekilas hampir sama dengan Dawet Jepara, yang membedakannya adalah bahan baku yang digunakan. Dawet jepara menggunakan sagu aren, sedangkan Dawet Ayu menggunakan tepung beras dan tepung beras ketan, sehingga memiliki rasa yang sedikit berbeda. Dawet ini sangat mudah ditemukan di daerah Banjarnegara dan sekitarnya. Banyak penjual yang menggunakan gerobak keliling atau warung pinggir jalan. Penjual Dawet Ayu sangat mudah kita kenali karena setiap gerobak umumnya selalu memasang gambar Semar dan gareng yang selalu menjadi ciri khas dari penjual dawet ini. Jika berkunjung ke Banjarnegara cobalah untuk mencoba minuman ini, karena ke Banjarnegara tidak akan lengkap sebelum menikmati minuman tradisional satu ini.

Baca juga : Saraba Teman Penghangat Malam

Jika belum berkesempatan ke Banjarnegara, sebenarnya minuman ini dibeberapa kawasan keramaian sering kita jumpai. Meskipun “kw” bolehlah jika kita mau mencoba. Jika ingin membuat sendiri dawet ini juga tidak terlalu sulit, silahkan simak dan coba caranya berikut ini.

Cara Membuat Dawet Ayu

Bahan-bahan untuk Cendol

  • 125 gr tepung sagu aren
  • 400 gr air
  • 3 tetes pewarna makanan (hijau)
  • 25 gr tepung beras
  • 100 ml air daun suji (30 lbr daun suji blender bersama 150 ml air kemudian saring)

Bahan untuk Santan :

  • 750 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 2 lbr daun pandan
  • 10 bh daging nangka,potong dadu
  • 1/2 sdt garam

Bahan Gula Merah

  • 250 gr gula merah, diiris tipis
  • 300 ml air
  • 1 lbr daun pandan

Proses Membuat Dawet Ayu

Campurkan dan masak bahan-bahan dawet hingga mendidih. Setelah mendidih, angkat dalam kondisi panas dan tuang dalam cetakan cendol, tekan-tekan dalam cetakan cendol. Tampung cendol dari cetakan dalam wadah yang sudah diisi air dingin.

Campurkan bahan-bahan untuk membuat kuah gula merah. Masak dan aduk hingga mendidih. Campurkan bahan santan, masak hingga mendidih lalu dinginkan. Siapkan gelas atau mangkok saji. Masukkan cendol ke dalam gelas, masukkan kuah gula dan santan. Bisa tambahkan nangka agar dawet semakin nikmat.

Respond For " Dawet Ayu, segar dan manisnya tiada duanya "

Translate »
Skip to toolbar