082137355566
info@mepow.net

AH-1Z Viper, Zulu Cobra sang penyerang

AH-1Z Viper

AH-1Z Viper adalah helikopter tempur serang bermesin ganda yang berbasis pada AH-1W SuperCobra, helikopter – helikopter tersebut merupakan pengembangan dari United States Marine Corps. Ciri AH-1Z adalah empat bilah baling – baling, bearingless, composite main rotor system, uprated transmission, dan new target sighting system. AH-1Z adalah bagian program upgrade H-1 . helikopter ini juga disebut “Zulu Cobra” yang merujuk pada varian berikutnya.

AH-1Z menggabungkan teknologi rotor baru dengan avionik militer upgrade, sistem senjata, dan sensor elektro-optik di platform senjata terintegrasi. Hal ini meningkatkan survivabilitas dan dapat menemukan target pada jarak yang lebih panjang dan menyerang dengan senjata yang lebih presisi. Sistem rotor tanpa bantalan poros dan engsel memiliki bagian 75% lebih sedikit daripada sistem rotor artikulasi empat-bilah. Bilah-bilah tersebut terbuat dari komposit yang memiliki kemampuan anti balistik. Helikopter ini juga disempurnakan dengan bilah sistem lipat semiautomatik untuk penyimpanan di atas kapal perang amfibi. Sayap helicopter ini menjadi lebih panjang dan masing-masing ditambahkan sebuah dudukan rudal seperti AIM-9 AIM-9 Sidewinder. Setiap sayap memiliki dua stasiun untuk 70 polong roket Hydra berukuran 2.75 inci (70 mm), atau peluncur rudal AGM-114 Hellfire. Radar pengendali tembakan  AN / APG-78 Longbow juga bisa dipasang di dudukan wingtip.

Helikopter ramping ini sudah kenyang makan asam garam palagan perang. Mulai dari Perang Vietnam, Perang Teluk I, Perang di Afghanistan sampai Perang Teluk II. Pengembangannya dimulai dari Perang Vietnam saat militer Amerika Serikat membutuhkan sosok heli serang yang ramping, gesit dan mampu menghancurkan lawan yang memakai metode perang gerilya. Heli Bell AH-1Z Viper merupakan versi paling canggih dari varian awalnya AH-1 Cobra dan AH-1W Super Cobra. Perbedaan paling signifikan ialah, Bell AH-1Z Viper memiliki mesin yang lebih responsif, bilah rotor baling-baling lebih ringan dan kuat, girboks yang tangguh hingga sederet perangkat sensor. Bell AH-1Z Viper dilengkapi senjata kanon tiga laras kaliber 20mm, 16 rudal Hellfire, roket Hydra 70 sampai bom ukuran 100-150 kilogram.

 Baca juga : AH-64E Apache Guardian, pengawal sekaligus penyerang

Karakteristik umum

  • Kru: 2: pilot co-pilot/gunner (CPG)
  • Kapasitas: 3.021 kg
  • Panjang: 17,8 m
  • Diameter rotor: 14,6 m
  • Tinggi: 4,37 m
  • Daerah Disc: 168,0 m²
  • Berat kosong : 5.580 kg
  • Berguna beban: 2.620 kg
  • Max. berat lepas landas : 8.390 kg
  • Powerplant : 2 × General Electric T700-GE-401C turboshaft , 1.800 shp (1.340 kW) masing-masing
  • Sistem rotor: 4 bilah rotor utama, 4 bilah rotor ekor
  • Radius tempur : 231 km dengan 1.130 kg payload

Persenjataan

  • Senjata: 1 x 20 mm (0.787 in) M197 3-laras meriam gatling di A/A49E-7 turret (750 kapasitas amunisi bulat)
  • Cantelan : Sampai 6 stasiun pylon di sayap rintisan
  • Rockets: 2,75 in (70 mm) Hydra 70 roket – Dipasang pada LAU-68C / A (7 shot) atau LAU-61D / A (19 tembakan) peluncur
  • Rudal: AIM-9 Sidewinder rudal udara-ke-udara – 1 dipasang pada setiap stasiun ujung sayap (total 2), AGM-114 Hellfire rudal udara-ke-permukaan – Sampai dengan 16 rudal dipasang dalam empat peluncur rudal M272 4 putaran, dua di setiap sayap

 Baca juga : F-35 Lightning II Si Pemangsa Udara

Avionics

  • Lockheed Martin / Northrop Grumman AN/APG-78 Longbow api radar kontrol

 

Respond For " AH-1Z Viper, Zulu Cobra sang penyerang "

Translate »
Skip to toolbar