082137355566
info@mepow.net

Rujak Aceh, segar dan asam yang bikin ketagihan

Rujak Aceh

Satu lagi makanan tradisional Indonesia, kali ini makanan tradisional Aceh, yaitu Rujak Aceh.  Rujak Aceh rasanya manis dan segar bercampur asam. Saat bulan puasa, rujak menjadi salah satu menu favorit saat hendak berbuka. Jika didepan kita ada berbagai macam rujak dan juga ada rujak Aceh, kita pasti akan memilih rujak Aceh dibandingkan dengan rujak-rujak yang lain. Rujak merupakan makanan sehat yang terbuat dari aneka buah segar kemudian dicocol dengan sambal gula merah yang bisa membuat lidah kita ketagihan. Meskipun kudapan ini hampir seantero Indonesia ada, namun ada perbedaan rujak Aceh dengan rujak yang lain yaitu dari cita rasanya. Cita rasa khas dari rujak Aceh yang membuat rasanya berbeda dari rujak pada umumnya adalah buah yang dipakai. Rujak ini menggunakan buah rumbia khas Aceh. Buah yang daunnya digunakan untuk membuat atap rumah ini diserut bersama buah-buahan lainnya.

Rumbia

Rumbia adalah nama sejenis palma yang menghasilkan sagu. Nama lainnya adalah kirai atau pohon sagu. Rumbia tumbuh di rawa-rawa air tawar, aliran sungai dan tanah bencah lainnya, di lingkungan hutan-hutan dataran rendah sampai pada ketinggian sekitar 700 mdpl. Pada wilayah-wilayah yang sesuai, rumbia dapat membentuk kebun atau hutan sagu yang luas. Diperkirakan berasal dari Maluku dan Papua, sejak lama rumbia telah menyebar ke seluruh kepulauan Nusantara, yakni pulau-pulau Sunda Besar, Sumatra, Semenanjung Malaya, bahdkan  sampai Filipina.

Diwilayah Aceh, buah rumbia banyak terdapat di Meulaboh, Aceh Barat. Pada jaman dahulu, jika orang pergi ke Meulaboh pasti akan membeli buah rumbia sebagai oleh-oleh. Buah rumbia mirip dengan buah salak, namun buah rumbia sisik buahnya agak besar, rasanya kelat, tapi kalau sudah tua rasa kelatnya sedikit hilang dan mulai timbul sedikit rasa manis, bila ingin memakannya perlu diasinkan terlebih dahulu. Selain diasinkan, rumbia biasanya dimakan bersama dengan rujak aceh, digunakan sebagai salah satu campuran rujak bersama dengan buah-buahan lainnya. Karena buah rumbia sulit didapatkan terkadang para penjual rujak menggantinya dengan buah pisang muda. Padahal rujak Aceh dengan rumbia sangat nikmat karena rumbia ini yang membedakannya dengan rujak yang lainnya.

Baca juga : Saraba Teman Penghangat Malam

Jika ditempat kita tidak ada buah Rumbia, rujak Aceh tetap bisa dikreasikan dengan menggantinya menggunakan buah-buah lainnya. Cara membuatnyapun tidak sulit, hampir sama dengan rujak-rujak yang lainnya. Selamat mencoba!

 

Resep Rujak Aceh

Bahan-bahan

  • 200 gram buah kuini kupas dan cincang kasar
  • 300 gram belimbing potong potong ukuran kecil
  • 300 gram nanas, potong potong kecil
  • 200 gram jambu biji cincang kasar
  • 200 gram ubi jalar, kupas dan serut kasar
  • 300 gram bengkuang, kupas dan serut kasar
  • 300 gram mangga muda, kupas dan serut kasar
  • 200 gram mentimun, iris iris tipis100 ml air panas

Bumbu halus:

  1. 200 gram gula merah sisir
  2. 1 1/2 sendok teh garam
  3. 2 sendok makan air asam jawa
  4. 1/2 sendok teh terasi
  5. 75 gram kacang tanah tanpa kulit, goreng
  6. 50 gram gula pasir
  7. 10 buah cabai rawit

Cara membuat:

  1.  Siapkan mangkuk kemudian masukkan semua bahan buah, aduk rata
  2. Masukkan bumbu yang telah di haluskan berasama dengan air panas, aduk rata dan biarkan buahnya menjadi layu
  3. Simpan dalam lemari es hingga dingin
  4. Sajikan rujak ini  pada saat dingin pada mangkok kecil atau gelas saji.

Respond For " Rujak Aceh, segar dan asam yang bikin ketagihan "

Translate »
Skip to toolbar