082137355566
info@mepow.net

Mie Aceh, citarasa pedas masakan tradisional Indonesia

Mie Aceh

Mie Aceh adalah makanan tradisional khas Aceh. Mie yang satu ini merupakan jenis masakan mie yang terkenal dengan rasa pedas dan bumbunya yang beragam. Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing, bahkan udang dan cumi disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering) dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis.

Mie Aceh menggunakan mie yang khas dengan bentuk yang tebal dan pipih. Tidak seperti mie yang lainnya, warnanya cenderung berwarna kuning cerah, sehingga menambah keindahan pada hidangan tersebut. Bumbu yang di gunakan adalah bumbu semacam kari yang merupakan bumbu khas yang memberikan cita rasa khas pula dalam sajian kuliner satu ini.

Baca juga : Rujak Aceh, segar dan asam yang bikin ketagihan

Keunikan masakan ini adalah bahan tambahan yang digunakan yaitu daging sapi, daging kambing atau masakan laut. Pada umumnya masakan mie yang ada Indonesia banyak menggunakan daging ayam sebagai bahan tambahan dalam penyajian mie nya. Selain itu kuah yang di gunakan adalah kuah sejenis kari yang kental dan gurih. Pada umumnya masakan mie di Indonesia cenderung menggunakan kuah yang bening dan lembut. Keunikan tersebut memberikan cita rasa yang khas yang ada di di dalamnya.

Sejarah Mie Aceh

Jika dilihat dari sejarahnya, kuliner ini tidak terlepas dari budaya lokal masyarakat Aceh serta pengaruh budaya asing yang masuk kewilayah Aceh pada masa lampau. Sup yang berbasis kuah kari yang cukup kental ini merupakan  pengaruh dari masakan khas India. Penyajiannya yang ditambahkan potongan daging kambing atau sapi juga dapat menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam di Aceh sangatlah kuat. Mereka membutuhkan bahan-bahan makanan yang halal khususnya daging. Penambahan Seafood yang disaji dalam makanan ini dikarenakan letak geografis Aceh yang dikelilingi oleh Selat Malaka, Laut Andaman, dan Samudera Hindia, selain itu juga dilihat dari kehidupan mayoritas masyarakat Aceh yang merupakan petani, pedagang, dan nelayan.

Saat ini Mie Aceh sudah dapat ditemukan dan dinikmati dihampir seluruh pelosok nusantara. Citarasanya yang kuat dan sangat khas menjadikan makanan tradisional Aceh ini menjadi salah satu makanan paling dicari oleh para penggemarnya.

Baca juga : Gudeg Manggar Kuliner Kecantikan dan Penggoda Lidah

Cara memasak

  1. Rebus daging kambing, air, dan daun salam. Setelah daging kambing matang, buang airnya. Potong dadu 2 cm kemudian sisihkan.
  2. Tumis bawang putih, bawang merah, dan bumbu halus hingga harum. Tambahkan daging kambing, aduk rata.
  3. Tambahkan tomat, taoge, dan kol. Masak hingga layu.
  4. Masukkan kecap manis, garam, gula pasir, kaldu sapi, dan cuka. Masak hingga bumbu meresap.
  5. Masukkan mie, aduk rata. Lanjutkan memasak hingga matang. Taburi dengan daun bawang kemudian aduk.
  6. Tata Mie Aceh di atas piring saji. Sajikan bersama dengan acar mentimun, emping, dan taburi dengan bawang merah goreng.

Respond For " Mie Aceh, citarasa pedas masakan tradisional Indonesia "

Translate »
Skip to toolbar