082137355566
info@mepow.net

Serune Kalee Klarinetnya Aceh

Indonesia adalah negara yang terkenal akan keaneka-ragaman budayanya, salah satunya adalah alat musik tradisional. Alat musik tradisional di Indonesia memiliki nama dan kegunaan yang unik di masing-masing daerah. salah satunya adalah Serune Kalee alat musik tradisional khas Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam). Alat musik ini berbentuk seruling, dengan jenis aerofon, atau instrumen yang dimainkan dengan cara ditiup. Serune kalee biasanya di gunakan sebagai instrument pada kesenian khas Aceh, di mainkan dengan paduan musik lain diantara rapai, geundrang  serta jenis alat musik tradisional yang lainnya.

Serune Kalee berasal dari dua kata, yakni serune yang artinya serunai (seruling), dan kalee yang merupakan nama desa di Laweung, Kabupaten Pidie. Jadi secara sederhana, Serune Kalee bisa diartikan sebagai seruling dari daerah Kalee. Selain di Aceh alat musik ini ternyata tersebar juga sampai Minangkabau dan Agam. alat musik ini juga memiliki kemiripan dengan beberapa instrumen dari negara lain, seperti Malaysia, Thailand, dan Srilanka. Instrumen-instrumen serupa tersebut memiliki sejumlah kemiripan dalam hal laras nada, vibrasi, volume suara, dan dinamika suara. Ini membuktikan bahwa Serune kalee merupakan salah satu alat musik yang sebenarnya mempunyai unsur keterkaitan budaya yang luar biasa dengan negara-negara lain.

Baca juga : Talempong Musiknya Minang

Alat musik ini berbentuk bulat lurus yang memanjang pada bagian atas berbentuk kecil kemudian membesar hingga ujung pada bagian bawah pada bagian tubuhnya terdapat lubang-lubang kecil untuk jari-jari, dan pada bagian bawah berbentuk seperti kelopak teratai. Alat ini berperan dalam membawakan lagu yang cenderung insrumentalie, yang dimainkan dengan alunan suara yang terus menerus. Yang dimainkan dengan cara ditiup dengan mengambil nafas dari mulut hidung serta leher.

Alat musik ini dibuat dari kayu yang memiliki karakter kuat dan keras tetapi ringan. Sebelum dibuat, kayu tersebut terlebih dahulu direndam selama tiga bulan. Setelah perendaman selesai, selanjutnya kayu dipotong hingga tersisa bagian yang disebut sebagai ‘hati kayu’. Hati kayu tersebut yang kemudian di bor dan dibubut untuk membentuk lobang dengan diameter sekitar 2 cm. Setelah tercipta rongga, selanjutnya adalah tahap membuat lubang-lubang nada, yakni 6 lubang di bagian muka-atas sebagai interval nada, dan 1 lubang di bawah sebagai syarat terciptanya suara khas dari Serune Kalee.

Baca juga : Tari Pendet “Bukan Punya Malaysia”

Instrumen ini sudah ada sejak masuknya Islam ke Aceh. Ada sebagian yang mengatakan bahwa instrumen ini berasal dari Tiongkok (Z.H Idris, 1993: 48-49, dikutip dalam melayuonline.com). Fakta sejarah menunjukan bahwa Aceh pada masa silam adalah kerajaan dengan letak yang strategis, sekaligus juga bersifat terbuka, sehingga banyak terjalin hubungan dengan berbagai bangsa dari luar. Dalam perkembangannya, berbagai akulturasi yang ada telah melahirkan kesenian Aceh yang khas dan dominan bernafaskan Islam. Hingga hari ini, Serune Kalee masih lestari di tengah kehidupan sosial warga Aceh, di mana instrumen tersebut banyak berperan dalam ritus-ritus sosial masyarakat Aceh, seperti pernikahan, penyambutan tamu, atau acara-acara hiburan. Suaranya yang unik terkadang dibandingkan dengan Klarinet yang sudah lebih kita kenal. Anda penasaran? Coba nikmati Serune kalee, seruling Aceh yang tidak kalah unik dengan klarinet ini.

Respond For " Serune Kalee Klarinetnya Aceh "

Translate »
Skip to toolbar