082137355566
info@mepow.net

AH-64E Apache Guardian, pengawal sekaligus penyerang

AH-64 Apache merupakan helikopter tempur yang didesain oleh Hughes Helicopter untuk mengikuti program Advanced Attack Helicopter yang diadakan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat. Versi terbaru helikopter tipe AH-64 adalah AH-64E yang lebih dikenal sebagai Apache Guardian, sedangkan prototype pertama YAH-64 terbang pada 30 September 1975. Helikopter ini adalah helikopter yang dirancang dan dibuat secara khusus serta dilengkapi dengan sistem persenjataan sehingga mampu menyerang, mengikat dan menghancurkan musuh atau sasaran di darat dan berfungsi sepenuhnya sebagai Helikopter Serang (Attack Helicopter).

Apache Guardian memiliki sejumlah perbaikan dan peningkatan, termasuk mesin yang lebih bertenaga, transmisi yang ditingkatkan dan perbaikan lainnya. Helikopter ini dilengkapi dengan mesin General Electric T700-GE-701D yang lebih kuat, yang mengembangkan 1 994 shp, bukan pada 1 800 shp pada versi sebelumnya. Heli ini telah mengupgrade transmisi menjadi coupe dengan tenaga ekstra. AH-64E memiliki bilah rotor komposit baru. Ini dirancang untuk menahan pukulan dari senapan anti-pesawat 23 mm. Kecepatan maksimum helikopter ini mencapai 300 km / jam. Heli ini juga telah dilengkapi dengan sensor baru avionik dan telah meningkatkan kemampuan operasi malam hari. Selanjutnya helikopter AH-64E bisa mengendalikan beberapa UAV.

Baca juga : K2 Black Panther Pemburu Tank Yang Mematikan

AH-64E Guardian dibangun berdasar basis helikopter AH-64D Longbow. Helikopter ini digerakkan dengan mesin T700-GE-701D dilengkapi dengan beberapa fitur khusus untuk menunjang kemampuan nya dalam melaksanakan misi tempur. Mesin T700-GE-701D memiliki daya lebih besar 5% di atas T700-GE-701C (pada Apache lawas). Istimewanya, fitur-fitur baru tersebut tidak menambah bobot kosong mesin. Helikopter ini dilengkapi dengan sistem radar penjejak target dan kendali penembakan Longbow. Sistem deteksi target M-TADS tidak lupa disematkan dengan perlengkapan senjata peluru kendali atau rudal udara ke darat AGM 114 Hellfire dengan daya jangkau efektif 8 kilometer, roket Hydra kaliber 70 milimeter, pylon peluncur rudal udara ke udara yang dapat dipersenjatai dengan rudal AIM-9 Sidewinder, Stinger, Mistral dan atau Sidearm. Tidak ketinggalan juga dilengkapi dengan kanon M230 kaliber 30 milimeter yang mampu menembakkan sebanyak 625 butir peluru per menit nya.

Sebagai penunjang sistem deteksi target M-TADS (Multi-Target Acquisition and Designation System) ,radar penjejak target dan kendali penembakan Longbow, dipasang pula perangkat Forward Looking Infra Red atau FLIR yang dapat digunakan untuk mencari sasaran dengan menggunakan gelombang infra merah. Semua perlengkapan tersebut memungkinkan helikopter tempur ini untuk dapat bertempur dalam situasi dan kondisi cuaca apapun. Konfigurasi senjata juga dapat dilakukan sesuai misi yang akan diembankan.

 Baca juga : F-35 Lightning II Si Pemangsa Udara

AH-64E mengusung sistem propulsi baru yang jauh ditingkatkan dari yang ada pada AH-64D Apache Longbow. Sistem propulsi baru tersebut merupakan kombinasi mesin, sistem transmisi serta bilah baling-baling utama atau rotor (main rotor blades) baru. Bilah rotor utama (main rotor blades) AH-64E memiliki efisiensi daya angkat (lift efficiency) yang lebih besar 3% daripada rotor tipe lama. Selain peningkatan prosesor komputer misi, databus juga ditingkatkan sehingga loading time jadi lebih singkat, atau dengan kata lain mampu menampung lalu lintas data  lebih besar dengan kecepatan lebih tinggi.

Secara garis besar, avionik Guardian bersifat open architecture yang oleh Boeing distandarisasi yang disebut MCAP (Manned-Unmanned Common Architecture Program). Jika dikomparasi dengan mission system pada Apache Longbow, peningkatan MCAP sangat signifikan. Kemampuan prosesor meningkat 8 kali lipat, network bandwidth melonjak sebesar 100 kali lipat, kapasitas memori naik 24 kali lipat, dengan MTBF (mean time between failure) yang juga meningkat.

 Baca juga : F-22 Raptor “Si Raja Udara”

Angkatan Bersenjata dari berbagai negara telah menggunakan helikopter Apache ini sebagai unsur helikopter serang mereka karena berbagai fitur andalan di atas serta kiprahnya dalam pertempuran di Afganistan, Irak, dan Kosovo. Negara-negara pengguna antara lain United States Army, Israel Air Force, Royal Netherlands Air Force, Japan Ground SelfDefense Force, Yunani, Kuwait, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab, Mesir dan AD Inggris, dan tentunya Indonesia juga sudah punya helikopter ini.

Respond For " AH-64E Apache Guardian, pengawal sekaligus penyerang "

Translate »
Skip to toolbar