082137355566
info@mepow.net

Tarsius sangihe, harta karun pulau terluar Indonesia

Tarsius Sangihe (Tarsius sangirensis) adalah primata dari keluarga Tarsiidae. Habitat primata kecil ini ditemukan di hutan primer, sekunder dan hutan bakau, taman hutan, dan berbagai habitat lain dari berbagai tingkat gangguan manusia yang memberikan penutup semak yang memadai. Seperti semua tarsius yang menunjukkan adaptasi ekstrim untuk menempel vertikal dan melompat (VCL) di understory habitat tropis. Dinamakan sebagai Tarsius Sangihe karena hewan endemik Indonesia ini hanya hidup di Pulau Sangihe, di sebelah utara pulau Sulawesi. Status konservasi spesies ini Endangered, karena populasinya yang sudah sangat sedikit dialam.

 Baca juga : Kukang Yang Semakin Terbuang

Tarsius memiliki ciri fisik bertubuh kecil dengan mata yang sangat besar, tiap bola matanya berdiameter sekitar 16 mm dan keseluruhan berukuran sebesar otaknya. Primata yang sangat kecil ini memiliki berat antara 100-120 gram. Memiliki gigi yang tajam, dengan ekor yang sangat panjang dibandingkan dengan ukuran tubuh dan digunakan untuk dukungan sementara stasioner tetapi tidak benar-benar dapat memegang. Kaki belakangnya juga sangat panjang. Tulang tarsus di kakinya sangat panjang dan dari tulang tarsus inilah nama tarsius berasal. Panjang kepala dan tubuhnya 10 sampai 15 cm, namun kaki belakangnya hampir dua kali panjang ini, mereka juga punya ekor yang ramping sepanjang 20 hingga 25 cm. Jari-jari juga memanjang, dengan jari ketiga kira-kira sama panjang dengan lengan atas. Di ujung jarinya ada kuku namun pada jari kedua dan ketiga dari kaki belakang berupa cakar yang mereka pakai untuk merawat tubuh. Bulu tarsius sangat lembut dan mirip beludru yang bisanya berwarna cokelat abu-abu, cokelat muda atau kuning-jingga muda.

Bulu hewan bagian atas tarsius ini coklat kekuningan dengan warna dasar adalah abu-abu gelap. Bagian bawah sedikit putih dengan dasar abu-abu terang. Matanya yang bergerak, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memutar kepala 180 derajat nya. Cara terbaik untuk membedakan tarsius sangihe dengan spesies tarsius lain adalah dengan melihat jumlah bulu di ekornya, dan “akustik” (panggilan). Ekor tarsius sangihe memiliki tudung bulu punggung yang jarang dan tidak memiliki sisik di bawahnya.

 Baca juga : Perbedaan Kukang dan Kuskus

Saat ini Tarsius sangihe masih dapat dijumpai di kepulauan Sangihe. Jika Anda ingin melihat satwa dilindungi ini, anda dapat menghubungi lembaga-lembaga aktifis lingkungan yang aktif di Sangihe, salah satunya adalah Perkumpulan Sampiri dan YAPEKA.

Respond For " Tarsius sangihe, harta karun pulau terluar Indonesia "

Translate »
Skip to toolbar