082137355566
info@mepow.net

Sejarah Batik Indonesia

Sejarah Batik

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini seperti batik pekalongan, yogyakarta, solo, dan lain-lain.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.

Perkembangan Batik di Indonesia

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Baca juga : Belajar Peninggalan Belanda Di Kota Solo

Proses Pembuatan Batik

Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

Batik Pekalongan

Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan sejarah batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga keraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah – daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

Baca juga : Tari Pendet “Bukan Punya Malaysia”

Museum Batik Pekalongan

Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.

Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantaranya adalah ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.

 

Respond For " Sejarah Batik Indonesia "

  • Imas September 13, 2017 06:40

    Dulu saya sekolah seni tekstil dimana, jurusan tsb mengutamakan pelajaran membatik. Kini saya tahu perjalanan panjang dari pembuatan batik. I LOVE Batik.
  • raisya March 25, 2017 08:56

    bangga dengan batik dan suka pakai batik :)
  • kimi kaos June 4, 2015 09:08

    batik sudah menjadi warisan budaya indonesia bahkan tanda pengenal indonesia diinternasional
  • Azhura October 4, 2011 10:20

    thx ya udah bantu ngerjain tugas
  • Siti Zubaidah September 8, 2011 10:07

    aku sangat senang dengan batik yang unik terutama yang berwarna berani dan terang, salut dengan inspirator dan mediator yg membantu makin di kenalnya batik Indonesia, bravo....
  • model batik June 23, 2011 08:48

    Semoga batik selalu dilestarikan oleh para rakyat indonesia.
  • fredy February 11, 2011 12:53

    batik juga uda di pake dari kecil, jadi keinget waktu SD hari jumat pake batik lengan panjang, tapi di SMP malah ilang http://www.batikdistro.com
  • Gundul February 23, 2010 15:29

    Emang mana si yg menyebutkan batik milik malaysia? Diartikel atau dicoment gada,cuma orang minta pendapat. Artikel ini bgus bget mas sayang ada coment dgan bhasa kasar,dan saya yakin yg bkata kasar sbenarnya ga tau apa itu budaya indonesia. Sopan santun itu budaya indonesia,mohon disensor karena dia hanya oknum orang indonesia yg pasti sbenarnya ga tau apa2,sok tau dan ga tau sopan santun. Makasih
  • ANAK melayu asli February 23, 2010 07:47

    nyang bener aja loe..............!!!!!!! kami anggota THE LASKAR INDONESIA ga suka di bilang kalo batik adalah budaya malaysia karena malaysia cuma bisa bersekutu semboyannya aja bersekutu menambah mutu salah kali yang bener mah bersekutu menanti ajal dan loe kalau nggak DiBaNtU ama INDONESIA nggak bakalan bisa jadi negara berkembang........!!!!!! malaysia anjiinggg.........!!!!!!!!!! BY: THE LASKAR INDONESIA
  • ANDIKA February 23, 2010 07:36

    apa loe kata batik dari malaysia gila kale yang gua tau malaysia budaya aslinya maling budaya orang yang gua tau batik kan asli INDONESIA BY:ST STIA
  • FAJAR February 23, 2010 07:27

    menurut saya itu sangat tidak benar karena batik adalah 100% budaya asli INDONESIA
  • ryan February 19, 2010 02:33

    Mas, postingannya bagus. boleh saya post di wordpress saya? sedang saya buat untuk batik. tapi mungkin nanti di-inggriskan. -ryan-
  • kiki January 22, 2010 16:41

    Wah....postingannya bagus....bisa nambah-nambah ilmu tentang batik...thanx ya infonya..
  • pasarjogja December 20, 2009 21:09

    Alhamdulillah, syukur juga Batik telah di akui dunia. Artikelnya menarik, thanks. http://pasarjogja.com - "Batik Jogja, Solo, Pekalongan"
  • Ari October 27, 2009 05:11

    saya bangga dengan indonesia khusunya BATIK yang sudah di akui dunia. i love indonesia...... saya ingin mengetahui berbagai jenis batik indonesia, satu jenis batik disertai gambar, sejarahnya, nama motifnya, tehnik pembuatan, daerah asalnya dll... teruslah berkarya para pengrajin batik, kamu sekarang sudah di akui oleh dunia...
  • talitha October 24, 2009 12:52

    batik it's so cool..... salut dwh bwt para pengrajin batik....
  • nisa September 30, 2009 08:35

    kalo di surabaya, dimana ya tempat belajar mbatik? mohon infonya.. trima kasih
  • zulfa September 7, 2009 22:20

    makasih udah bantu ngerjain tugas.......
  • pangki July 21, 2009 14:22

    Jadi bagaimana dengan pendapat kalau batik itu adalah budaya asli Malaysia?
  • ifa June 11, 2009 01:51

    tau ga dimana tempat kita bisa belajar membatik di jogja? tapi cuma kursus singkat aja 1 hari trus bawa pulang hasil batik kita sendiri....^^
Translate »
Skip to toolbar