082137355566
info@mepow.net

Owa Jawa, Permata Yang Tersisa dan Terlupa

Owa Jawa

Pulau jawa selain memiliki satwa endemik seperti Elang jawa (Spizaetus bartelsi) ternyata juga memliliki primata yang begitu cantik. Coba kita tengok kehidupan primata jawa yang disebut Owa Jawa atau dikenal dalam istilah bahasa  inggris Silvery gibbon (Hylobates moloch). Secara morphologi satwa ini lebih mudah dikenali jika dibanding dengan jenis primata lainya yang ada dipulau jawa. Owa adalah jenis primata yang masuk dalam keluarga kera yaitu dengan ciri-ciri mempunyai tangan yang panjang dibanding dengan kakinya. Akan tetapi, perburuan dan penangkapan untuk diperjualbelikan dan dipelihara menjadi pemicu semakin berkurangya populasi di alam.

Habitat

Owa jawa lebih menyukai dan lebih banyak mendiami hutan dataran rendah yang mempunyai tajuk pohon yang rapat, salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Selain memiliki tajuk pohon yang masih rapat, TNGHS merupakan hutan hujan tropis terluas di pulau jawa yang masih tersisa saat ini.

Perlindungan Hukum

Owa jawa dinyatakan sebagai binatang yang dilindungi berdasarkan Peraturan Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 Nomor 266, Sk No. 54/kpts/Um/1972 dan Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999. Dikarenakan keberadaannya yang makin menurun maka owa jawa dinyatakan sebagai Critical endangered species-IUCN (International Conservation Union of Nature)

 Baca juga : Elang Ular Bido “Permata” Pegunungan Seribu 

Klasifikasi

Masuk dalam ordo Primata, Family Hylobatidae, Genus Hylobates yang artinya ” Penguni pepohonoan”. Untuk aktivitas lebih banyak berada di pohon. Maka dari itu satwa ini disebut primata arboreal yang artinya tinggal di atas pohon. Sedangkan secara hierarkhis owa jawa di klasifikasikan sebagai berikut:

Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Primata
Suku : Hylobatidae
Marga : Hylobates
Jenis : Hylobates moloch (Audebert, 1798)

 Baca juga: Indahnya Pantai Di Pulau Sempu

Perilaku Harian

Kebiasaan Owa adalah dengan mengeluarkan suara (call) pada pagi hari ketika memulai aktivitasnya. Mulai aktif pada pukul 05:30 dan mencapai puncaknya antara pukul 08:30-12:00 yang digunakan untuk mencari makan dan aktivitas lainya. Aktif kembali dari pukul 14:30-17:30 sampai menemukan pohon tidur. Dalam hal pencarian pakan Owa jawa bergerak bersama kelompoknya dan makan pada pohon yang sama. Owa jawa dalam kehidupanya bersifat monogamus yaitu hanya mempunyai satu pasangan semasa hidupnya. Kartono, dkk (2000) dalam penelitianya mengenai variasi aktivitas harian Owa jawa di Taman Nasional Gunung Halimun menyatakan bahwa 39,1% waktu yang digunakan oleh owa jawa untuk istirahat. 30,3% makan, 24,1% bergerak dan 6,5% sosial.

Makanan

Owa jawa lebih banyak memakan buah-buahan dibanding dedaunan. Kadang juga memakan serangga sebagai tambahan protein.

Upaya pelestarian

Tujuan utama dari upaya pelestarian yang dilakukan adalah untuk memelihara proses ekologis dan sistem kehidupan, mempertahankan keanekaragaman genetis serta pemanfaatan jenis ekosistem secara berkelanjutan. Pelestarian primata ini dapat dilakukan dengan mengacu pada tujuan utama dengan melakukan beberapa hal:

  1. Mempertahankan jenis tumbuhan yang menjadi makanan dan habitat owa yakni dengan melakukan penanaman kembali jenis-jenis tumbuhan yang menjadi sumber makanan satwa tersebut.
  2. Observasi secara berkelanjutan dan menyeluruh terhadap aspek kehidupan dan prilaku owa yang dapat dijadikan masukan dalam rangka penyempurnaan proses rehabilitasi (pelestariannya).
  3. Kerjasama dengan organisasi nirlaba yang dalam kaitanya dengan program pelestarian satwa liar dan dengan masyarakat disekitar kawasan tersebut.

Respond For " Owa Jawa, Permata Yang Tersisa dan Terlupa "

  • Yunita Hidayati November 11, 2010 12:46

    Wah owa jawa langka yach ... sdh terancam punah lho .. Mengapa bnyk hewan langka yach ? :?
  • agil July 29, 2010 08:11

    brapakah jumlah owa jawa saat ini di kawasan gunung gede pangrango?
  • eddy December 26, 2009 10:27

    ingin menjadi bapak asuh gibbon...
Translate »
Skip to toolbar