082137355566
info@mepow.net

Tari Pendet “Bukan Punya Malaysia”

Masih ingat beberapa tahun lalu Malaysia mengklaim tari pendet asal Bali yang dicantumkan dalam sebuah iklan “Visit Malaysia”?? Departemen Luar Negeri (Deplu) kemudian mengimbau untuk tidak mudah terprovokasi jika belum terbukti kebenarannya.

“Kita harus lihat dulu seperti apa. Jangan mudah terprovokasi,” ujar Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah di kantornya Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (21/8/2009).

Seperti apa sebenarnya tari Pendet ini???

TARI PENDET

Tari ini merupakan tarian putri kelompok yang dibawakan oleh sekelompok remaja putri, masing-masing membawa sebuah mangkuk perak (bokor ) yang penuh berisi bunga. Pada akhir tarian para penari menaburkan bunga kearah penonton sebagai ucapan selamat datang. Tarian ini biasanya dipakai untuk menyambut tamu-tamu atau memulai suatu pertunjukan.

Pada awalnya Tari Pendet merupakan tarian sakral untuk ritual keagamaan. Namun pada 1950, tarian itu boleh digunakan untuk tari penyambutan tamu dengan sebutan Tari Pendet Puja Astuti. Oleh penciptanya, Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi, Tari Pendet digunakan sebagai pertunjukan turistik di Bali Hotel Denpasar.

 Baca juga : Candi Prambanan Yang Mempesona

Kemudian pada tahun 1961, Tari Pendet dikembangkan koreogafinya dengan komposisi lima hingga tujuh penari. Penyempurnaan itu lagi-lagi mendapat apresiasi. Bahkan pada tahun 1962, Tari Pendet dipertontonkan secara kolosal dengan komposisi 800 penari dalam pembukaan Asian Games di Jakarta.

Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan jaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, kaum wanita dan gadis desa. Tarian ini diajarkan sekedar dengan mengikuti gerakkan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakkan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik. Tari putri yang memiliki pola gerak yang lebih dinamis dari tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan, ditampilkan setelah tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku, kendi, cawan dan perlengkapan sesajen lainnya.

Respond For " Tari Pendet “Bukan Punya Malaysia” "

  • =aRSYIL= August 26, 2009 00:52

    Malingsia sebenarnya cuma punya satu budaya, yaitu budaya mengklaim budaya negara lain. Salam kenal.
  • eko August 24, 2009 05:49

    Malaysia...what are U looking for..? malu donk... karya seni anak negeri Indonesia kau klaim sebagai kekayaan seni negerimu... asal anda tau para kreator seni yang kau klaim... menciptakannya tidak mudah.. mereka melewati kontemplasi.. melewati eksperimen.. melewati koreksi.. dan melewati kritik... Barangkali anda (Malaysian) akan lebih bijak kalau terlebih dahulu minta izin.. atau setidaknya kau sampaikan juga bahwa seni ini berasal dari Indonesia....
    • neelam October 12, 2010 05:35

      bener banget . memang MALAYSIA itu patutnya di bumi hanguskan!
Translate »
Skip to toolbar